Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu
Mata
pelajaran :
1. Pengetahuan Sosial
2.
B.Indonesia
3.
PKn
Tema :
Lingkungan
Satuan Pendidikan :
Sekolah Dasar
Kelas /
semester : III / I
Alokasi
waktu :
I x pertemuan (2 x 35 menit)
I. Standar
Kompetensi
1.
Pengetahuan
Sosial :
Memahami lingkungan alam dan lingkungan buatan.
2.
B.Indonesia :
Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak
yang
dilisankan.
3.
PKn : Melaksanakan aturan yang berlaku dimasyarakat.
II. Kompetensi
Dasar
1.
Pengetahuan
Sosial :
Menceritakan lingkungan alam dan lingkungan buatan.
2.
B.Indonesia :
Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang
disampaikan
secara lisan.
3.
PKn : Mengenal dan melaksanakan
aturan yang berlaku
dilingkungan masyarakat.
III. Indikator
1.
Pengetahuan
Sosial :
Menyebutkan contoh lingkungan alam dan lingkungan
buatan.
2.
B.Indonesia :
Memberikan tanggapan terhadap watak tokoh dalam
cerita.
3.
PKn : Menyebutkan jenis-jenis
aturan dalam masyarakat.
IV. Materi
Pembelajaran
1.
Pengetahuan Sosial
Gambar
lingkungan alam dan lingkungan buatan.
1.
Lingkungan
Alam, merupakan lingkungan yang terjadi
dengan sendirinya dan tanpa adanya campur tangan dari manusia. dengan kata lain
lingkungan alam merupakan lingkungan yang sudah ada dari saat seseorang belum
dilahirkan. Lingkungan alam merupakan lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan.
Ada banyak sekali contoh lingkungan alam yang dapat kita temui dalam kehidupan
sehari- hari. contoh dari lingkungan alam antara lain seperti bukit, rawa, laut
atau pantai, gunung, pegunungan, sungai, danau.
Lingkungan- lingkungan alam tersebut merupakan hal yang sangat wajar dan dapat
kita temukan dimana saja.
2.
Lingkungan buatan merupakan lingkungan yang terbentuk karena
adanya tindakan oleh manusia. Sehingga tanpa adanya tindakan dari manusia, maka
lingkungan buatan tidak akan ada untuk digunakan manusia atau masyarakat
banyak. Ada berbagai macam contoh lingkungan buatan yang dapat kita temui dalam
kehidupan sehari- hari pula. Beberapa contoh dari lingkungan buatan antara lain
taman bunga, kebun, waduk, bendungan, jalan, gedung, perkampungan, kawasan
industry, dll. Lingkungan buatan yang semacam ini juga meruapakan lingkungan
yang tidak asing dan sering kali kita temui di sekitar tempat tinggal kita.
2.
B.Indonesia
Cerita
anak “Seorang Laki-laki dan Pohon-pohon”
Dahulu kala ada sebuah pohon apel yang besar. Setiap
hari, seorang anak laki-laki kecil mendatangi pohon itu dan bermain di
sekelilingnya. Ia memanjat puncaknya, makan buahnya dan tidur dinaungannya. Ia
mencintai pohon itu, dan pohon itu juga senang bermain-main dengannya.
Waktu berjalan, si anak tumbuh lebih besar. Ia tidak lagi
bermain-main di bawah pohon itu setiap hari. Suatu hari si anak mendatangi
pohon dengan wajah sedih.
“Mari kita bermain,,,” kata pohon apel.
“Aku sudah bukan anak-anak lagi, aku tidak bermain-main di bawah
pohon,,,” kata si anak. “Aku ingin punya mainan. Aku butuh uang untuk
membelinya,,,”
“Maaf, aku tidak punya uang, tapi kau dapat memetik semua buahku lalu mejualnya.” kata pohon apel.
“Maaf, aku tidak punya uang, tapi kau dapat memetik semua buahku lalu mejualnya.” kata pohon apel.
Anak itu menjadi sangat senang. Lalau ia memetik semua buah apel
yang bergantungan di pohon, kemudian pergi dengan perasaan gembira.
Setelah itu, si anak tidak kembali lagi. Pohon apel merasa sangat
sedih. Suatu hari, si anak kembali dan pohon apel merasa sangat gembira.
“Mari kita bermain-main,,,” ajak pohon apel.
“Aku tidak punya waktu. Aku harus bekerja untuk menghidupi
keluargaku. Kami butuh rumah untuk berteduh. Dapatkah kau membantuku?” kata si
anak.
“Maaf, aku tidak punya rumah, tapi kau dapat memotong
dahan-dahanku untuk membangun rumah,,,” kata pohon apel.
Si anak lalu
memotong semua cabang pohon dan pergi dengan kadaan gembira. Sang pohon juga
merasa bahagia bisa membantu. Namun, setelah itu anak tidak datang lagi. Sang
pohon merasa kesepian dan sedih.
Di musim
panas, si anak kembali datang, dan pohon pun merasa sangat senang.
“Kemarilah,,, mainlah denganku!” kata pohon.
“Aku lagi sedih.aku semakin tua. Aku ingin sekali berlayar untuk
menikmati hari tuaku. Dapatkah kau memberiku perahu?” kata si anak.
“Gunakanlah batangku untuk membuat perahu. Kau dapat berlayar dan
menikmati hari-hari bahagia!” kata si pohon.
Lalu si anak
memotong batang pohon untuk membuat perahu. Ia pergi berlayar dan lama tidak
kembali. Akhirnya, setelah sekian banyak tahun lewat, si anak kembali.
“Nak, maafkan aku, aku tidak punya apa-apa lagi untukmu sekarang.
Tidak ada apel lagi untukmu,,,” kata pohon apel.
“Aku tidak punya gigi lagi untuk menggigit,,,” kata si anak.
“Aku tidak punya batang lagi untuk dipanjat,,,” kata pohon apel.
“Aku terlalu tua untuk memanjat,,,” kata pohon apel.
“Aku benar-benar tidak punya apa-apa lagi kecuali akar-akarku yang
sekarang sekarat,,,” kata pohon dengan sedih.
“Aku sekarang juga tidak butuh macam-macam, aku hanya butuh tempat
tempat istirahat. Aku merasa lebih setelah melewatkan tahun-tahun itu,,,” jawab
si anak.
“Baiklah kalau demikian. Akar pohon tua adalah tempat yang baik
untuk bersandar dan beristirahat. Kemarilah,,, duduklah bersamaku.
Istirahatlah!” kata si pohon.
Si anak lalu duduk. Dan sang pohon tersenyum bahagia, meneteskan
air mata.
Pohon apel itu ibarat orang tua kita. Ketika kecil senang bermain
dengan ayah dan ibu kita. Setelah dewasa, kita tinggalkan mereka. Kita hanya
mengunjungi mereka ketika kita membutuhkan bantuan mereka, atau ketika dalam
kesulitan. Apapun yang terjadi pada kita, kedua orang tua kita selalu ada di
samping kita dan siap memberikan segalanya demi kebahagiaan kita.
Dari cerita di atas, si anak tampak lebih berlaku kejam terhadap
pohon., tetapi demikianlah kebanyakank kita tidak mensyukuri keberadaan orang
tua kitaa.
Oleh karena itu, jangan lupakan pentingnya keberadaan orang tua
kalian, jangan kalian anggap keberadaan mereka biasa-biasa saja. Mereka tidak
akan berada di sisi kalian selamanya.
3.
PKn
Gambar
sikap yang mematuhi aturan-aturan dilingkungan masyarakat.
Jenis-jenis
aturan dalam masyarakat
1. Aturan Tertulis
Aturan tertulis disebut pula hokum, merupakan aturan yang dituliskan dan bersifat
Aturan tertulis disebut pula hokum, merupakan aturan yang dituliskan dan bersifat
baku.
Tujuannya agar aturan tersebut dapat disebarluaskan dan dipahami bersama.
Bagi yang melanggar aturan tertulis akan diberikan sanksi yang tegas.
Sanksinya dapat berupa teguran, hukuman, kurungan, atau denda yang diproses
Tujuannya agar aturan tersebut dapat disebarluaskan dan dipahami bersama.
Bagi yang melanggar aturan tertulis akan diberikan sanksi yang tegas.
Sanksinya dapat berupa teguran, hukuman, kurungan, atau denda yang diproses
oleh pengadilan.
Pengadilan adalah tempat untuk memutuskan seseorang bersalah atau tidak.
Ciri-ciri aturan tertulis, antara lain:
a. memiliki kekuatan hukum,
b. bersifat formal,
c. berlaku secara umum,
d. dibuat oleh lembaga atau orang yang berwenang.
Aturan tertulis bersifat legal dan formal.
Artinya aturan tertulis memiliki kekuatan hukum yang sesuai dengan aturan
Pengadilan adalah tempat untuk memutuskan seseorang bersalah atau tidak.
Ciri-ciri aturan tertulis, antara lain:
a. memiliki kekuatan hukum,
b. bersifat formal,
c. berlaku secara umum,
d. dibuat oleh lembaga atau orang yang berwenang.
Aturan tertulis bersifat legal dan formal.
Artinya aturan tertulis memiliki kekuatan hukum yang sesuai dengan aturan
hukum nasional.
Contoh peraturan tertulis:
a. kewajiban memiliki KTP atau Kartu Keluarga.
b. kewajiban melapor bagi orang yang menetap atau pindah.
c. kewajiban ikut serta menjaga keamanan lingkungan.
d. kewajiban melapor bagi pendatang yang singgah atau bertamu.
e. kewajiban mengikuti kerja bakti.
f. kewajiban menjaga kebersihan lingkungan.
g. kewajiban membayar iuran sampah.
h. kewajiban menjaga keamanan lingkungan.
2. Aturan Tidak Tertulis
Dalam masyarakat sekitar, ada aturan tidak tertulis.
Aturan tidak tertulis disebut sebagai konvensi.
Aturan tidak tertulis merupakan aturan yang disampaikan secara lisan disepakati
Contoh peraturan tertulis:
a. kewajiban memiliki KTP atau Kartu Keluarga.
b. kewajiban melapor bagi orang yang menetap atau pindah.
c. kewajiban ikut serta menjaga keamanan lingkungan.
d. kewajiban melapor bagi pendatang yang singgah atau bertamu.
e. kewajiban mengikuti kerja bakti.
f. kewajiban menjaga kebersihan lingkungan.
g. kewajiban membayar iuran sampah.
h. kewajiban menjaga keamanan lingkungan.
2. Aturan Tidak Tertulis
Dalam masyarakat sekitar, ada aturan tidak tertulis.
Aturan tidak tertulis disebut sebagai konvensi.
Aturan tidak tertulis merupakan aturan yang disampaikan secara lisan disepakati
bersama.
Ada yang sifatnya berlaku di lingkungan setempat, ada pula yang sifatnya berlaku
Ada yang sifatnya berlaku di lingkungan setempat, ada pula yang sifatnya berlaku
umum.
Ciri-ciri aturan tidak tertulis, antara lain:
a. umumnya berupa pernyataan lisan,
b. merupakan hasil kesepakatan bersama (konvensi),
c. berlaku pada sekelompok orang atau masyarakat tertentu,
d. tidak memiliki kekuatan hukum,
e. hanya berdasarkan nilai-nilai dalam masyarakat,
f. dibuat oleh masyarakat tertentu.
Contoh peraturan tidak tertulis:
a. toleransi antarsuku bangsa
b. saling menghormati antara yang muda dengan yang tua
c. kewajiban berperilaku santun
d. toleransi antar umat beragama
e. melaksanakan adat istiadat setempat
f. melaksanakan kegiatan keagamaan
g. saling menghormati antartetangga
h. menolong tetangga yang kesusahan
Ciri-ciri aturan tidak tertulis, antara lain:
a. umumnya berupa pernyataan lisan,
b. merupakan hasil kesepakatan bersama (konvensi),
c. berlaku pada sekelompok orang atau masyarakat tertentu,
d. tidak memiliki kekuatan hukum,
e. hanya berdasarkan nilai-nilai dalam masyarakat,
f. dibuat oleh masyarakat tertentu.
Contoh peraturan tidak tertulis:
a. toleransi antarsuku bangsa
b. saling menghormati antara yang muda dengan yang tua
c. kewajiban berperilaku santun
d. toleransi antar umat beragama
e. melaksanakan adat istiadat setempat
f. melaksanakan kegiatan keagamaan
g. saling menghormati antartetangga
h. menolong tetangga yang kesusahan
V. Langkah-langkah
Pembelajaran
1. Kegiatan Pra
Pembelajaran
Guru
mempersiapkan segala sesuatu yang akan mendukung pelaksanaan proses
pembelajaran
terpadu seperti: mengatur ruangan, menyiapkan alat/media
pembelajaran
yang akan digunakan.
2.
Kegiatan Pembukaan
a.
Siswa dikondisikan kedalam situasi belajar yang kondusif.
b.
Memberi salam, berdoa, dan mengabsen siswa.
c.
Guru melakukan apersepsi dengan cara mengajak siswa menyanyikan lagu
“Kebunku”
sebagai motivasi untuk membangkitkan gairah belajar siswa.
d.
Guru menyampaikan secara lisan materi yang akan dipelajari dilanjutkan dengan
menjelaskan
kemampuan-kemampuan yang diharapkan dapat dicapai siswa
setelah
pertemuan pembelajaran terpadu.
3.
Kegiatan Inti
a.
Siswa mendengar penjelasan guru tentang lingkungan alam dan lingkungan
buatan.
b.
Siswa diminta mengamati gambar dan bertanya jawab tentang lingkungan alam
dan
lingkungan buatan.
c.
Guru meminta siswa menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan lingkungan
buatan
disekitar tempat tinggalnya.
d.
Siswa mendengarkan cerita “Kisah Anak Laki-laki dan
Pohon Apel” yang dibacakan
oleh
guru kemudian siswa diminta untuk memberikan pendapat tentang isi cerita
tersebut.
e.
Guru memperlihatkan gambar tentang sikap yang mematuhi dan sikap yang
tidak
mematuhi aturan-aturan di lingkungan masyarakat dan siswa diminta
mengamati
gambar tersebut. Selanjutnya membicarakan hal-hal yang berkaitan
dengan
gambar.
4.
Kegiatan Penutup
a.
Siswa dibimbing untuk menarik kesimpulan dari apa yang telah dibahas dalam
pertemuan
ini.
b.
Tindak lanjut dengan memberikan pembiasaan untuk selalu melaksanakan
aturan-aturan
di lingkungan masyarakat.
c.
Guru membimbing siswa mengerjakan evaluasi.
d.
Guru membahas hasil evalusi siswa.
VI. Media
dan Sumber Belajar
1.
Teks lagu “Kebunku”
2.
Gambar tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan.
3.
Buku-buku mata pelajaran: Pengetahuan sosial, B. Indonesia, PKn.
4.
Gambar tentang aturan-aturan dilingkungan masyarakat.
VII. Metode
1.
Ceramah
2.
Tanya jawab
3.
Pemberian tugas
VIII. Penilaian
Pembelajaran
1.
Prosedur Penilaian
a.
Penilaian proses dilakukan untuk melihat keaktifan siswa.
b.
Penilaian akhir mengerjakan evaluasi.
2.
Jenis dan Bentuk Penilaian
a.
Tes tulisan bentuk evaluasi, dilakukan pada akhir pembelajaran.
b.
Tes lisan dilakukan pada awal dan akhir pembelajaran untuk mengetahui
kemampuan
siswa sebelum dan sesudah pembelajaran.
c.
Tes kinerja pada saat pembelajaran berlangsung.
3.
Alat Penilaian
a.
Lembar Kerja Siswa (LKS) terlampir
b.
Lembar soal, terlampir
c.
Lembar penilaian kinerja, terlampir
|
No
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instrumen
|
Instrumen Soal
|
|
1
|
Menyebutkan
5 contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan.
|
Tes
Tertulis
|
Uraian
|
1.
Sebutkan 5 contoh
lingkungan
alam dan lingkungan buatan!
|
|
2
|
Menjelaskan
pengertian lingkungan alam dan lingkungan buatan
|
|
|
2. Jelaskan pengertian lingkungan
alam dan lingkungan buatan!
|
|
3
|
Menuliskan
inti dari cerita “seorang anak laki-laki dan pohon apel”
|
|
|
3. Tuliskan inti dari cerita
“seorang anak laki-laki dan pohon apel”!
|
|
4
|
Menjelaskan 2 jenis aturan dalam
masyarakat
|
|
|
4.
Jelaskan 2 jenis aturan dalam masyarakat!
|
|
5
|
Menyebutkan
5 contoh aturan yang ada dalam masyarakat
|
|
|
5.
Sebutkan 5 contoh aturan yang ada dalam masyarakat!
|
Format Kriteria Penilaian
|
No Soal
|
Kunci Jawaban
|
Skor
|
|
1
2
3
4
5
|
-
contoh dari lingkungan buatan antara
lain taman, kebun, waduk, jalan, gedung
-
Lingkungan Alam,
merupakan lingkungan yang terjadi dengan sendirinya dan tanpa adanya campur
tangan dari manusia.
-
Lingkungan buatan merupakan
lingkungan yang terbentuk karena adanya tindakan oleh manusia.
Pohon apel itu
ibarat orang tua kita, si anak tampak lebih berlaku kejam terhadap pohon.,
semasih kecil kita sering bermain dengan orang tua, sesudah dewasa kadang
kita tidak peduli dengan orang tua tapi orang tua selalu ada untuk kita,
demikianlah kebanyakan kita tidak mensyukuri keberadaan orang tua kita. Oleh
karena itu, jangan lupakan pentingnya keberadaan orang tua kalian, jangan
kalian anggap keberadaan mereka biasa-biasa saja. Mereka tidak akan berada di
sisi kalian selamanya.
-
Aturan tertulis disebut pula hokum, merupakan
aturan yang dituliskan dan bersifat baku.
-
Aturan tidak tertulis merupakan aturan yang
disampaikan secara lisan disepakati bersama.
-
kewajiban memiliki KTP atau Kartu Keluarga.
-
kewajiban melapor bagi orang yang menetap atau
pindah.
-
kewajiban menjaga kebersihan lingkungan.
-
kewajiban berperilaku santun
-
toleransi antar umat beragama
|
20
20
20
20
20
|
|
Total
|
100
|
|
Lembar
Penilaian
|
No
|
Nama Siswa
|
Jumlah Skor
|
Nilai
|
|
1
|
Jeksen
|
|
|
|
2
|
Marvelong
|
|
|
|
3
|
Keyla
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
5
|
Dst………
|
|
|
Jumlah
Maksimal
Sungai Ambawang,
31 Oktober 2016
Pengamat Mahasiswa
Henny Adriani,
S.Pd Hansbert Alexander John
NIP. 19750606 200903 2 003 NIM. 836993741
Mengetahui
Kepala SDN 40 Sungai Ambawang
Sarwini, S.Pd
NIP. 19660525 198609 2 002
Tidak ada komentar:
Posting Komentar