Kamis, 10 November 2016

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu
Mata pelajaran            : 1. Pengetahuan Sosial
                                      2. B.Indonesia
                                      3. PKn
Tema                           : Lingkungan
Satuan Pendidikan      : Sekolah Dasar
Kelas / semester          : III / I
Alokasi waktu             : I x pertemuan (2 x 35 menit)

I.          Standar Kompetensi
            1. Pengetahuan Sosial            : Memahami lingkungan alam dan lingkungan buatan.
            2. B.Indonesia                        : Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak
                                                             yang dilisankan.
            3. PKn                                    : Melaksanakan aturan yang berlaku dimasyarakat.

II.         Kompetensi Dasar
            1. Pengetahuan Sosial            : Menceritakan lingkungan alam dan lingkungan buatan.
            2. B.Indonesia                        : Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang disampaikan
                                                             secara lisan.
            3. PKn                                    : Mengenal dan melaksanakan aturan yang berlaku
                                                             dilingkungan masyarakat.

III.        Indikator
            1. Pengetahuan Sosial            : Menyebutkan contoh lingkungan alam dan lingkungan
                                                             buatan.
            2. B.Indonesia                        : Memberikan tanggapan terhadap watak tokoh dalam
                                                             cerita.
            3. PKn                                    : Menyebutkan jenis-jenis aturan dalam masyarakat.


IV.        Materi Pembelajaran
            1. Pengetahuan Sosial
                Gambar lingkungan alam dan lingkungan buatan.
1.         Lingkungan Alam, merupakan lingkungan yang terjadi dengan sendirinya dan tanpa adanya campur tangan dari manusia. dengan kata lain lingkungan alam merupakan lingkungan yang sudah ada dari saat seseorang belum dilahirkan. Lingkungan alam merupakan lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan. Ada banyak sekali contoh lingkungan alam yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari- hari. contoh dari lingkungan alam antara lain seperti bukit, rawa, laut atau pantai, gunung, pegunungan, sungai, danau. Lingkungan- lingkungan alam tersebut merupakan hal yang sangat wajar dan dapat kita temukan dimana saja.
2.         Lingkungan buatan merupakan lingkungan yang terbentuk karena adanya tindakan oleh manusia. Sehingga tanpa adanya tindakan dari manusia, maka lingkungan buatan tidak akan ada untuk digunakan manusia atau masyarakat banyak. Ada berbagai macam contoh lingkungan buatan yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari- hari pula. Beberapa contoh dari lingkungan buatan antara lain taman bunga, kebun, waduk, bendungan, jalan, gedung, perkampungan, kawasan industry, dll. Lingkungan buatan yang semacam ini juga meruapakan lingkungan yang tidak asing dan sering kali kita temui di sekitar tempat tinggal kita.
            2. B.Indonesia
                Cerita anak “Seorang Laki-laki dan Pohon-pohon”
Dahulu kala ada sebuah pohon apel yang besar.  Setiap hari, seorang anak laki-laki kecil mendatangi pohon itu dan bermain di sekelilingnya. Ia memanjat puncaknya, makan buahnya dan tidur dinaungannya. Ia mencintai pohon itu, dan pohon itu juga senang bermain-main dengannya.
Waktu berjalan, si anak tumbuh lebih besar. Ia tidak lagi bermain-main di bawah pohon itu setiap hari. Suatu hari si anak mendatangi pohon dengan wajah sedih.
“Mari kita bermain,,,” kata pohon apel.
“Aku sudah bukan anak-anak lagi, aku tidak bermain-main di bawah pohon,,,” kata si anak. “Aku ingin punya mainan. Aku butuh uang untuk membelinya,,,”
“Maaf, aku tidak punya uang, tapi kau dapat memetik semua buahku lalu mejualnya.” kata pohon apel.
Anak itu menjadi sangat senang. Lalau ia memetik semua buah apel yang bergantungan di pohon, kemudian pergi dengan perasaan gembira.
Setelah itu, si anak tidak kembali lagi. Pohon apel merasa sangat sedih. Suatu hari, si anak kembali dan pohon apel merasa sangat gembira.
“Mari kita bermain-main,,,” ajak pohon apel.
“Aku tidak punya waktu. Aku harus bekerja untuk menghidupi keluargaku. Kami butuh rumah untuk berteduh. Dapatkah kau membantuku?” kata si anak.
“Maaf, aku tidak punya rumah, tapi kau dapat memotong dahan-dahanku untuk membangun rumah,,,” kata pohon apel.
         Si anak lalu memotong semua cabang pohon dan pergi dengan kadaan gembira. Sang pohon juga merasa bahagia bisa membantu. Namun, setelah itu anak tidak datang lagi. Sang pohon merasa kesepian dan sedih.
         Di musim panas, si anak kembali datang, dan pohon pun merasa sangat senang.
“Kemarilah,,, mainlah denganku!” kata pohon.
“Aku lagi sedih.aku semakin tua. Aku ingin sekali berlayar untuk menikmati hari tuaku. Dapatkah kau memberiku perahu?” kata si anak.
“Gunakanlah batangku untuk membuat perahu. Kau dapat berlayar dan menikmati hari-hari bahagia!” kata si pohon.
         Lalu si anak memotong batang pohon untuk membuat perahu. Ia pergi berlayar dan lama tidak kembali. Akhirnya, setelah sekian banyak tahun lewat, si anak kembali.
“Nak, maafkan aku, aku tidak punya apa-apa lagi untukmu sekarang. Tidak ada apel lagi untukmu,,,” kata pohon apel.
“Aku tidak punya gigi lagi untuk menggigit,,,” kata si anak.
“Aku tidak punya batang lagi untuk dipanjat,,,” kata pohon apel.
“Aku terlalu tua untuk memanjat,,,” kata pohon apel.
“Aku benar-benar tidak punya apa-apa lagi kecuali akar-akarku yang sekarang sekarat,,,” kata pohon dengan sedih.
“Aku sekarang juga tidak butuh macam-macam, aku hanya butuh tempat tempat istirahat. Aku merasa lebih setelah melewatkan tahun-tahun itu,,,” jawab si anak.
“Baiklah kalau demikian. Akar pohon tua adalah tempat yang baik untuk bersandar dan beristirahat. Kemarilah,,, duduklah bersamaku. Istirahatlah!” kata si pohon.
Si anak lalu duduk. Dan sang pohon tersenyum bahagia, meneteskan air mata.

Pohon apel itu ibarat orang tua kita. Ketika kecil senang bermain dengan ayah dan ibu kita. Setelah dewasa, kita tinggalkan mereka. Kita hanya mengunjungi mereka ketika kita membutuhkan bantuan mereka, atau ketika dalam kesulitan. Apapun yang terjadi pada kita, kedua orang tua kita selalu ada di samping kita dan siap memberikan segalanya demi kebahagiaan kita.
Dari cerita di atas, si anak tampak lebih berlaku kejam terhadap pohon., tetapi demikianlah kebanyakank kita tidak mensyukuri keberadaan orang tua kitaa.
Oleh karena itu, jangan lupakan pentingnya keberadaan orang tua kalian, jangan kalian anggap keberadaan mereka biasa-biasa saja. Mereka tidak akan berada di sisi kalian selamanya.

            3. PKn
                Gambar sikap yang mematuhi aturan-aturan dilingkungan masyarakat.
                 Jenis-jenis aturan dalam masyarakat
1.   Aturan Tertulis
      Aturan tertulis disebut pula hokum, merupakan aturan yang dituliskan dan bersifat
      baku.
      Tujuannya agar aturan tersebut dapat disebarluaskan dan dipahami bersama.
      Bagi yang melanggar aturan tertulis akan diberikan sanksi yang tegas.
      Sanksinya dapat berupa teguran, hukuman, kurungan, atau denda yang diproses
      oleh pengadilan.
      Pengadilan adalah tempat untuk memutuskan seseorang bersalah atau tidak.

      Ciri-ciri aturan tertulis, antara lain:
      a. memiliki kekuatan hukum,
      b. bersifat formal,
      c. berlaku secara umum,
      d. dibuat oleh lembaga atau orang yang berwenang.

      Aturan tertulis bersifat legal dan formal.
      Artinya aturan tertulis memiliki kekuatan hukum yang sesuai dengan aturan
      hukum nasional.

      Contoh peraturan tertulis:
      a. kewajiban memiliki KTP atau Kartu Keluarga.
      b. kewajiban melapor bagi orang yang menetap atau pindah.
      c. kewajiban ikut serta menjaga keamanan lingkungan.
      d. kewajiban melapor bagi pendatang yang singgah atau bertamu.
      e. kewajiban mengikuti kerja bakti.
      f. kewajiban menjaga kebersihan lingkungan.
      g. kewajiban membayar iuran sampah.
      h. kewajiban menjaga keamanan lingkungan.

2.   Aturan Tidak Tertulis
      Dalam masyarakat sekitar, ada aturan tidak tertulis.
      Aturan tidak tertulis disebut sebagai konvensi.
      Aturan tidak tertulis merupakan aturan yang disampaikan secara lisan disepakati
      bersama.
      Ada yang sifatnya berlaku di lingkungan setempat, ada pula yang sifatnya berlaku
      umum.

      Ciri-ciri aturan tidak tertulis, antara lain:
      a. umumnya berupa pernyataan lisan,
      b. merupakan hasil kesepakatan bersama (konvensi),
      c. berlaku pada sekelompok orang atau masyarakat tertentu,
      d. tidak memiliki kekuatan hukum,
      e. hanya berdasarkan nilai-nilai dalam masyarakat,
      f. dibuat oleh masyarakat tertentu.

      Contoh peraturan tidak tertulis:
      a. toleransi antarsuku bangsa
      b. saling menghormati antara yang muda dengan yang tua
      c. kewajiban berperilaku santun
      d. toleransi antar umat beragama
      e. melaksanakan adat istiadat setempat
      f. melaksanakan kegiatan keagamaan
      g. saling menghormati antartetangga
      h. menolong tetangga yang kesusahan

V.         Langkah-langkah Pembelajaran
            1. Kegiatan Pra Pembelajaran
                Guru mempersiapkan segala sesuatu yang akan mendukung pelaksanaan proses
                pembelajaran terpadu seperti: mengatur ruangan, menyiapkan alat/media
                pembelajaran yang akan digunakan.

            2. Kegiatan Pembukaan
                a. Siswa dikondisikan kedalam situasi belajar yang kondusif.
                b. Memberi salam, berdoa, dan mengabsen siswa.
                c. Guru melakukan apersepsi dengan cara mengajak siswa menyanyikan lagu
                    “Kebunku” sebagai motivasi untuk membangkitkan gairah belajar siswa.


                d. Guru menyampaikan secara lisan materi yang akan dipelajari dilanjutkan dengan
                    menjelaskan kemampuan-kemampuan yang diharapkan dapat dicapai siswa
                    setelah pertemuan pembelajaran terpadu.
            3. Kegiatan Inti
                a. Siswa mendengar penjelasan guru tentang lingkungan alam dan lingkungan
                    buatan.
                b. Siswa diminta mengamati gambar dan bertanya jawab tentang lingkungan alam
                    dan lingkungan buatan.
                c. Guru meminta siswa menyebutkan contoh-contoh lingkungan alam dan lingkungan
                    buatan disekitar tempat tinggalnya.
                d. Siswa mendengarkan cerita “Kisah Anak Laki-laki dan Pohon Apel” yang dibacakan
                    oleh guru kemudian siswa diminta untuk memberikan pendapat tentang isi cerita
                    tersebut.
                e. Guru memperlihatkan gambar tentang sikap yang mematuhi dan sikap yang
                    tidak mematuhi aturan-aturan di lingkungan masyarakat dan siswa diminta
                    mengamati gambar tersebut. Selanjutnya membicarakan hal-hal yang berkaitan
                    dengan gambar.

            4. Kegiatan Penutup
                a. Siswa dibimbing untuk menarik kesimpulan dari apa yang telah dibahas dalam
                   pertemuan ini.
                b. Tindak lanjut dengan memberikan pembiasaan untuk selalu melaksanakan
                    aturan-aturan di lingkungan masyarakat.
                c. Guru membimbing siswa mengerjakan evaluasi.
                d. Guru membahas hasil evalusi siswa.

VI.        Media dan Sumber Belajar
            1. Teks lagu “Kebunku”
            2. Gambar tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan.
            3. Buku-buku mata pelajaran: Pengetahuan sosial, B. Indonesia, PKn.
            4. Gambar tentang aturan-aturan dilingkungan masyarakat.

VII.       Metode
            1. Ceramah
            2. Tanya jawab
            3. Pemberian tugas





VIII.      Penilaian Pembelajaran
            1. Prosedur Penilaian
                a. Penilaian proses dilakukan untuk melihat keaktifan siswa.
                b. Penilaian akhir mengerjakan evaluasi.
            2. Jenis dan Bentuk Penilaian
                a. Tes tulisan bentuk evaluasi, dilakukan pada akhir pembelajaran.
                b. Tes lisan dilakukan pada awal dan akhir pembelajaran untuk mengetahui
                    kemampuan siswa sebelum dan sesudah pembelajaran.
                c. Tes kinerja pada saat pembelajaran berlangsung.
            3. Alat Penilaian
                a. Lembar Kerja Siswa (LKS) terlampir
                b. Lembar soal, terlampir
                c. Lembar penilaian kinerja, terlampir

No
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen Soal
1
Menyebutkan 5 contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan.
Tes Tertulis
Uraian
1. Sebutkan 5 contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan!
2
Menjelaskan pengertian lingkungan alam dan lingkungan buatan


2. Jelaskan pengertian lingkungan alam dan lingkungan buatan!
3
Menuliskan inti dari cerita “seorang anak laki-laki dan pohon apel”


3. Tuliskan inti dari cerita “seorang anak laki-laki dan pohon apel”!
4
Menjelaskan 2 jenis aturan dalam masyarakat


4. Jelaskan 2 jenis aturan dalam masyarakat!
5
Menyebutkan 5 contoh aturan yang ada dalam masyarakat


5. Sebutkan 5 contoh aturan yang ada dalam masyarakat!












    Format Kriteria Penilaian
No Soal
Kunci Jawaban
Skor
1



2



3








4



5
-     contoh dari lingkungan alam antara lain seperti bukit, gunung, pantai, sungai, danau
-     contoh dari lingkungan buatan antara lain taman, kebun, waduk, jalan, gedung
-     Lingkungan Alam, merupakan lingkungan yang terjadi dengan sendirinya dan tanpa adanya campur tangan dari manusia.
-     Lingkungan buatan merupakan lingkungan yang terbentuk karena adanya tindakan oleh manusia.
Pohon apel itu ibarat orang tua kita, si anak tampak lebih berlaku kejam terhadap pohon., semasih kecil kita sering bermain dengan orang tua, sesudah dewasa kadang kita tidak peduli dengan orang tua tapi orang tua selalu ada untuk kita, demikianlah kebanyakan kita tidak mensyukuri keberadaan orang tua kita. Oleh karena itu, jangan lupakan pentingnya keberadaan orang tua kalian, jangan kalian anggap keberadaan mereka biasa-biasa saja. Mereka tidak akan berada di sisi kalian selamanya.

-     Aturan tertulis disebut pula hokum, merupakan aturan yang dituliskan dan bersifat baku.
-     Aturan tidak tertulis merupakan aturan yang disampaikan secara lisan disepakati bersama.
-     kewajiban memiliki KTP atau Kartu Keluarga.
-     kewajiban melapor bagi orang yang menetap atau pindah.
-     kewajiban menjaga kebersihan lingkungan.
-     kewajiban berperilaku santun
-     toleransi antar umat beragama
20



20



20








20



20
Total
100











Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Jumlah Skor
Nilai
1
Jeksen


2
Marvelong


3
Keyla


4



5
Dst………


                                                                                   

Pedoman Penilaian :                Jumlah Skor               x 100
                                                                                Jumlah Maksimal





                                                                                            Sungai Ambawang, 31 Oktober 2016
Pengamat                                                                          Mahasiswa

           
                 Henny Adriani, S.Pd                                                   Hansbert Alexander John
         NIP. 19750606 200903 2 003                                                   NIM. 836993741


Mengetahui
Kepala SDN 40 Sungai Ambawang


Sarwini, S.Pd
NIP. 19660525 198609 2 002



Tidak ada komentar:

Posting Komentar